Minggu, 13 Desember 2015

“Redup”
Ilalang senja

Senja hari ini tak tampak olehku
Tak seperti hari sebelumnya, bisa kunikmati
Mungkin hari ini ia sedang termangu!
Entahlah... ia tampak  redup, menyendiri sepi...

Dari sudut sini aku menaruh harap, munculah
Entah itu yang aku inginkan atau sekadar “temani aku”
Di ujung jingga sebelah sana sepertinya tak jauh beda denganku
Mungkin itulah sebabnya aku dan senja bersahabat, ya begitulah..

Sepi, sendu, redup menyisakan hela napas yang mungkin sulit diatur
Aah, begitukah? Sama seperti ketika hati ini menelan remahremah luka
Apa ini ? kenapa terlalu sulit untuk tertutur ?
Mungkinkah? Atau rasanya cukup kuterima saja?

Hei... senja tetap tak akan muncul
Lihat! Remang menyambut gulita
Pasti dia tahu aku terpukul
Dan kini gulita tengah tertawa
Apa yang kulalukan? Aku hanya mengkerut di sudut ruangan
Mengintip lewat celahcelah jendela
Mulai menikmati sajaksajak bayangan
Mungkin itu  luka, bukan. Lara..!


Aceh, Jum’at 22 Mei `15









Tidak ada komentar:

Posting Komentar