“Redup”
Ilalang
senja
Senja
hari ini tak tampak olehku
Tak
seperti hari sebelumnya, bisa kunikmati
Mungkin
hari ini ia sedang termangu!
Entahlah...
ia tampak redup, menyendiri sepi...
Dari
sudut sini aku menaruh harap, munculah
Entah
itu yang aku inginkan atau sekadar “temani aku”
Di
ujung jingga sebelah sana sepertinya tak jauh beda denganku
Mungkin
itulah sebabnya aku dan senja bersahabat, ya begitulah..
Sepi,
sendu, redup menyisakan hela napas yang mungkin sulit diatur
Aah,
begitukah? Sama seperti ketika hati ini menelan remahremah luka
Apa
ini ? kenapa terlalu sulit untuk tertutur ?
Mungkinkah?
Atau rasanya cukup kuterima saja?
Hei...
senja tetap tak akan muncul
Lihat!
Remang menyambut gulita
Pasti
dia tahu aku terpukul
Dan
kini gulita tengah tertawa
Apa
yang kulalukan? Aku hanya mengkerut di sudut ruangan
Mengintip
lewat celahcelah jendela
Mulai
menikmati sajaksajak bayangan
Mungkin
itu luka, bukan. Lara..!
Aceh, Jum’at 22
Mei `15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar